Obrolanbola.org, Jakarta – Arsenal kembali menjadi sorotan setelah tampil dominan di awal musim Premier League.
Gary Neville menilai The Gunners tidak perlu mencapai 90 poin untuk menjadi juara,
karena standar poin juara disebut telah menurun.
Arsenal Memimpin Klasemen Premier League
Arsenal saat ini berada di puncak klasemen Premier League dengan perolehan 22 poin
dari sembilan pertandingan. Catatan tersebut lahir dari tujuh kemenangan, satu hasil imbang, dan satu
kekalahan. The Gunners unggul empat poin dari Bournemouth yang mengejutkan berada di posisi kedua.
Pesaing utama musim-musim sebelumnya justru tertinggal. Manchester City kini berada
enam poin di belakang, sementara Liverpool terpaut tujuh poin. Situasi ini membuka
peluang besar bagi Arsenal untuk kembali mengangkat trofi liga Inggris setelah penantian panjang.
Gary Neville: 90 Poin Tidak Lagi Wajib untuk Juara
Mantan kapten Manchester United dan analis sepak bola Liga Inggris,
Gary Neville, menyampaikan pandangan berani terkait perburuan gelar musim ini.
Menurutnya, standar jumlah poin untuk menjadi juara Premier League tidak lagi berada di angka 90-an.
Neville menilai bahwa Arsenal tidak harus mencapai level ekstrem seperti era dominasi
Manchester City dan Liverpool dalam beberapa musim terakhir.
Ia menyebut, “Mereka tidak perlu meraih 100 poin. Mereka mungkin bahkan tidak perlu
meraih 90 atau 95 poin untuk menjuarai liga.”
- Baca juga : Real Madrid Siapkan Rotasi Besar Jelang Lawatan ke Anfield, Valencia Jadi Ujian Fisik Skuad
Selama beberapa tahun terakhir, City dan Liverpool saling memaksa untuk tampil di level hampir sempurna —
beberapa kali menembus 90 poin dan bahkan menyentuh 100 poin. Namun, tren itu mulai bergeser.
Musim lalu, gelar juara diraih hanya dengan sekitar 84 poin, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan
musim-musim puncak dominasi City dan Liverpool.
Dalam pandangan Neville, jika kondisi tersebut berulang,
torehan di kisaran 84 hingga 86 poin sudah cukup untuk membawa
Arsenal juara Premier League.
Konsistensi Jadi Modal Utama Arsenal
Neville menegaskan bahwa kunci Arsenal musim ini bukan semata permainan atraktif,
tetapi konsistensi performa dari pekan ke pekan.
Menurutnya, pasukan Mikel Arteta tidak perlu tampil jauh lebih baik dari musim lalu,
selama mereka mampu mempertahankan level kedisiplinan yang sama.
“Mereka tidak harus jauh lebih baik dari tahun lalu. Yang penting adalah mengulangi
tingkat konsistensi mereka,” ujar Neville.
Hal itu tercermin jelas di lapangan. Arsenal menunjukkan organisasi permainan yang matang,
kematangan mental, serta kemampuan menjaga kontrol pertandingan bahkan dalam situasi bertekanan.
Pertahanan Solid, Clean Sheet Beruntun
Kemenangan 1-0 atas Crystal Palace menjadi contoh sempurna cara Arsenal mengamankan poin.
Laga tersebut menandai clean sheet ke-10 Arsenal dalam 13 pertandingan di semua kompetisi.
Catatan defensif ini menegaskan bahwa lini belakang The Gunners sangat sulit ditembus.
Secara statistik, Arsenal bahkan hanya memberi lawan peluang dengan kualitas rendah.
Saat menghadapi Crystal Palace, The Gunners “mengizinkan” lawan menciptakan peluang
dengan nilai di bawah 0,5 expected goals (xG). Padahal, Palace dikenal memiliki
efisiensi serangan yang kompetitif di Premier League.
Pola ini berulang: Arsenal secara konsisten mampu menahan lawan di bawah
sepuluh percobaan tembakan dan membatasi xG lawan pada level sangat minim.
Dengan pertahanan seperti ini, jumlah kebobolan sepanjang musim berpotensi menjadi yang terendah
di liga.
Efektivitas Bola Mati: Senjata Tersembunyi The Gunners
Selain kuat dalam bertahan, Arsenal juga mematikan dalam situasi bola mati.
Eksekusi sepak pojok, tendangan bebas terencana, serta duel udara di kotak penalti lawan
menjadi sumber gol penting.
Banyak kemenangan tipis mereka datang dari detail seperti ini.
Gol dari set-piece bernilai sama dengan gol spektakuler dari permainan terbuka,
dan poin yang diamankan lewat skema bola mati inilah yang sering kali menentukan
gelar juara di akhir musim.
Dengan lini belakang yang jarang kebobolan dan lini depan yang mampu memaksimalkan
peluang kecil, Arsenal tampak dirancang untuk menang 1-0, 2-1, dan terus mengumpulkan
tiga poin. Inilah tipe tim yang biasanya mengakhiri musim sebagai kampiun.
Penantian Gelar Premier League Selama 20 Tahun
Terakhir kali Arsenal juara Premier League adalah pada musim legendaris
2003/2004 di era Arsène Wenger, ketika mereka menyelesaikan musim tanpa kekalahan.
Sejak saat itu, trofi liga selalu lepas dari tangan mereka.
Kini, di bawah Mikel Arteta, The Gunners tampak berada di jalur yang benar untuk mengakhiri
penantian lebih dari dua dekade tersebut. Struktur skuad juga terlihat seimbang:
pemain muda bertalenta seperti Bukayo Saka dan Martin Ødegaard dipadukan dengan
figur berpengaruh seperti Declan Rice dan Gabriel Magalhães.
Kematangan ini membedakan Arsenal musim ini dari versi mereka beberapa tahun lalu
yang kerap kehilangan fokus pada periode krusial menjelang akhir musim.
Rival Terbesar Justru Tidak Stabil
Peluang Arsenal tak hanya ditopang performa internal, tetapi juga oleh fakta bahwa para rival klasik
sedang tidak sepenuhnya stabil. Manchester City menghadapi isu rotasi pemain,
absennya beberapa sosok kunci, serta jadwal padat. Liverpool
masih mencari keseimbangan setelah perubahan komposisi skuad.
Klub besar lain seperti Chelsea dan Manchester United
masih berkutat dengan inkonsistensi performa dan belum benar-benar menjadi ancaman berkelanjutan
dalam persaingan puncak klasemen.
Dalam konteks ini, Arsenal bukan hanya memimpin klasemen,
tetapi juga terlihat sebagai tim paling stabil secara taktikal,
emosional, dan struktural.
Apakah Arsenal Bisa Tembus 90 Poin?
Meskipun Gary Neville berpendapat bahwa standar poin juara Premier League
musim ini menurun, ada kemungkinan skenario berbeda:
Arsenal justru bisa menembus atau bahkan melampaui angka 90 poin.
Dengan rasio poin per pertandingan saat ini, The Gunners berpotensi finis
di kisaran 92 hingga 95 poin apabila mereka menjaga ritme kemenangan.
Kombinasi pertahanan rapat, kontrol permainan di lini tengah, serta efektivitas bola mati
membuat mereka mampu memenangkan banyak pertandingan dengan margin tipis.
Jika kecenderungan itu berlanjut hingga akhir musim,
Arsenal bukan hanya kandidat juara,
tetapi juga berpeluang mencatatkan salah satu musim terbaik dalam sejarah klub.
Kesimpulan: Arsenal di Jalur yang Benar Menuju Gelar Premier League
Premier League musim ini menunjukkan dinamika baru. Tidak ada lagi satu tim yang benar-benar
mendominasi seperti beberapa musim sebelumnya. Hal tersebut membuka ruang bagi
Arsenal untuk naik ke level tertinggi dan mengakhiri puasa gelar liga.
Pandangan Gary Neville bahwa Arsenal tidak memerlukan 90 poin
untuk menjadi juara masuk akal jika standar kompetisi memang menurun.
Namun, menilai kinerja Arsenal saat ini, The Gunners bahkan berpotensi melampaui ekspektasi itu.
Dengan konsistensi performa, ketangguhan lini belakang, serta mentalitas menang
yang mulai terlihat di setiap pekan, Arsenal kini berada dalam posisi paling kuat
selama lebih dari 20 tahun terakhir untuk kembali menjadi
juara Premier League.
