Obrolanbola.org, Jakarta — Liverpool mengalahkan Real Madrid 1-0 pada fase liga Liga Champions 2025/2026 di Anfield. Alexis Mac Allister menjadi penentu kemenangan dalam laga berintensitas tinggi yang mempertegas keangkeran Anfield di Eropa.
Liverpool kembali menunjukkan mental juara di kancah Eropa setelah menaklukkan Real Madrid dengan skor tipis 1-0 dalam laga fase liga Liga Champions di Anfield Stadium, Rabu (5/11/2025) dini hari WIB. Gol semata wayang Alexis Mac Allister menjadi pembeda, sekaligus menegaskan momentum positif armada Arne Slot.
Awal Pertandingan: Tekanan Dini The Reds
Sejak peluit pertama, Liverpool tampil percaya diri di hadapan publik sendiri. Dominik Szoboszlai menjadi motor serangan dari lini tengah, berulang kali memecah blok pertahanan Madrid via kombinasi cepat dengan Florian Wirtz. Peluang bersih hadir menit ke-28 saat Szoboszlai menerima umpan terobosan Wirtz dan melepas tembakan keras mendatar, namun Thibaut Courtois bereaksi brilian dengan tepisan menggunakan kaki.
Kontroversi Penalti: VAR Turut Berperan
Dua menit berselang, sepakan Szoboszlai mengenai tangan Aurelien Tchouameni di area terlarang. Protes keras mengiringi momen itu, tetapi setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR), wasit menilai tidak ada unsur pelanggaran karena posisi tangan dinilai alami. Keputusan tersebut meredam euforia tuan rumah, namun intensitas serangan Liverpool tidak mengendur.
Babak Kedua: Momen Penentu dari Mac Allister
Memasuki paruh kedua, Liverpool menaikkan tempo. Tekanan sisi sayap memaksa Madrid mundur lebih dalam. Kebuntuan pecah menit ke-61 bermula dari pelanggaran Jude Bellingham. Dari situasi bola mati, Mac Allister memanfaatkan ruang di kotak penalti dan menanduk bola dengan presisi—kali ini Courtois tak berkutik. Anfield bergemuruh menyambut gol yang mengubah arah laga.
Respons Madrid: Upaya Menyamakan Kedudukan
Xabi Alonso menginstruksikan perubahan dengan memasukkan Rodrygo dan kemudian Trent Alexander-Arnold demi menambah variasi serangan. Kesempatan terbaik datang menit ke-75 saat Kylian Mbappé lolos di ruang antarlini, tetapi sepakan mendatarnya melenceng tipis. Percobaan set-piece Alexander-Arnold pada menit-menit akhir juga belum tepat sasaran.
Di sisi lain, duet Virgil van Dijk dan Ibrahima Konaté tampil disiplin mengawal area berbahaya. Giorgi Mamardashvili pun sigap pada momen-momen krusial. Hingga peluit panjang, skor 1-0 bertahan untuk Liverpool.
Dampak Kemenangan
Tiga poin ini mengangkat Liverpool ke peringkat keenam klasemen sementara fase liga dengan 9 poin, sejajar dengan Real Madrid di peringkat kelima (unggul selisih gol). Selain menjaga tren positif, hasil ini mempertegas efektivitas pendekatan intensitas tinggi ala Arne Slot.
“Kami tahu Madrid selalu berbahaya. Namun malam ini, kami bermain disiplin dan berani. Para pemain pantas mendapat kemenangan ini.”
— Arne Slot
Statistik Lengkap Pertandingan
| Statistik | Liverpool | Real Madrid |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 39% | 61% |
| Umpan | 332 | 531 |
| Tembakan | 17 | 8 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 9 | 2 |
| Pelanggaran | 16 | 11 |
| Kartu Kuning | 1 | 5 |
| Kartu Merah | 0 | 0 |
| Offside | 2 | 0 |
| Sepak Pojok | 4 | 2 |
Susunan Pemain
Liverpool (4-2-3-1)
- Kiper: Giorgi Mamardashvili
- Belakang: Conor Bradley, Ibrahima Konaté, Virgil van Dijk, Andy Robertson (Milos Kerkez 88’)
- Tengah: Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister (Curtis Jones 78’)
- Depan: Mohamed Salah, Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz (Federico Chiesa 88’), Hugo Ekitike (Cody Gakpo 79’)
- Pelatih: Arne Slot
Real Madrid (4-3-3)
- Kiper: Thibaut Courtois
- Belakang: Federico Valverde (Brahim Díaz 90’), Éder Militão, Dean Huijsen, Álvaro Carreras
- Gelandang: Aurelien Tchouameni; Arda Güler (Trent Alexander-Arnold 81’), Jude Bellingham, Eduardo Camavinga (Rodrygo 69’)
- Penyerang: Vinícius Junior; Kylian Mbappé
- Pelatih: Xabi Alonso
Analisis: Disiplin vs Dominasi
Arne Slot menekankan pressing tinggi dan transisi cepat, sementara Xabi Alonso mengandalkan dominasi bola dan rotasi antarlini. Dalam praktiknya, Liverpool sukses membatasi akses umpan progresif ke Mbappé–Vinícius–Bellingham. Mac Allister bukan hanya penentu skor, namun juga penyeimbang fase menyerang–bertahan. Di lini belakang, struktur rest defense yang rapi membuat Madrid kesulitan menciptakan high-value chances.
Kesimpulan
Kemenangan tipis yang sarat taktikal ini menegaskan Anfield sebagai benteng yang kembali angker. Dengan organisasi permainan yang matang, keberanian menekan, dan eksekusi bola mati yang efektif, Liverpool mengirim pesan jelas: mereka siap bersaing di panggung Liga Champions musim ini.
