“Kami ingin menegaskan bahwa isu mengenai kembalinya coach Shin Tae-yong sama sekali tidak benar dan tidak memiliki dasar yang valid,” ujar Vivin dalam keterangan resmi, .
Vivin menambahkan, “Sampai saat ini, tidak ada pembicaraan, rapat, atau agenda resmi yang membahas soal kembalinya Shin Tae-yong. Fokus PSSI saat ini bukan pada masa lalu, tetapi pada masa depan sepak bola nasional.”
- Tegasan utama: Tidak ada agenda resmi membahas STY.
- Rumor: Dinilai spekulatif dan tanpa dasar.
- Fokus federasi: Arah pembangunan jangka panjang.
Jejak Panjang Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia
Shin Tae-yong menorehkan jejak penting sejak 2020. Ia dikenal membawa pembaruan pada disiplin, metodologi latihan, dan pembinaan lintas kelompok usia. Di bawah arahannya, Indonesia tampil kompetitif di level regional dan Asia.
Kerja sama berakhir pada Januari 2025 setelah Ketua Umum PSSI Erick Thohir memutuskan tidak melanjutkan kontrak, dengan pertimbangan dinamika kepemimpinan, perbedaan pandangan taktik, dan aspek komunikasi dalam manajemen tim.
PSSI: Saatnya Move On dari Era Shin Tae-yong
Menanggapi kabar adanya jajak pendapat di internal Exco untuk mengembalikan Shin, Vivin membantah tegas rumor tersebut. Seusai era Shin, kursi pelatih sempat diisi Patrick Kluivert; namun masa tugasnya hanya sembilan bulan usai gagal membawa Garuda ke Piala Dunia 2026.
“Kami menghargai dedikasi coach Shin Tae-yong dan coach Patrick Kluivert. Kini saatnya fokus menatap masa depan,” tutur Vivin.
Fokus ke Timnas U-22 pada FIFA Matchday November
PSSI memastikan periode FIFA Matchday 10–18 November 2025 tidak akan dimanfaatkan Timnas senior karena kursi pelatih masih kosong. Sebagai alternatif, federasi menyiapkan laga uji coba Timnas U-22 sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025. Lawan tanding masih dalam proses penjajakan.
Agenda FIFA Matchday berikutnya dijadwalkan pada 23–31 Maret 2026, dengan target posisi pelatih permanen telah terisi sebelum periode tersebut.
Mencari Arah Baru untuk Tim Nasional
PSSI memasuki fase evaluasi menyeluruh terhadap sistem kepelatihan dan manajemen skuad. Federasi menyusun kriteria pelatih ideal yang memahami karakter pemain lokal, mendorong identitas permainan nasional, dan menempatkan pembangunan jangka panjang sebagai pilar.
Penerapan analitik modern, peningkatan kualitas staf, dan sinkronisasi kurikulum pelatihan dari kelompok umur ke senior menjadi perhatian utama.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Tantangan terbesar tidak berhenti pada sosok pelatih, melainkan konsistensi sistem pembinaan, perbaikan kompetisi usia muda, dan tata kelola profesional. Penguatan scouting, termasuk pemain diaspora, serta peningkatan fasilitas latihan nasional diproyeksikan menjadi agenda prioritas.
Kesimpulan: Fokus ke Masa Depan, Bukan Masa Lalu
Pernyataan resmi Exco PSSI memastikan tidak ada rencana mengembalikan Shin Tae-yong ke kursi pelatih Timnas Indonesia. Federasi memusatkan energi pada pembenahan internal dan pematangan generasi penerus melalui Timnas U-22 menuju SEA Games 2025, seraya menyiapkan arsitektur kepelatihan yang lebih terukur dan berkelanjutan.
