Mimpi Besar Menuju Piala Dunia 2030
Erick Thohir mengungkapkan tekad kuat federasi untuk menjadikan Timnas Indonesia sebagai kekuatan baru di kawasan yang mampu bersaing di level dunia. Setelah gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 akibat tersingkir di putaran keempat kualifikasi zona Asia, Indonesia kini menatap masa depan dengan target yang lebih matang dan strategis.
Dalam kualifikasi sebelumnya, Indonesia sebenarnya berada di ambang sejarah. Hanya dengan menambah dua kemenangan dari total 180 menit pertandingan terakhir, skuad Garuda seharusnya dapat mengamankan tiket menuju Piala Dunia 2026. Namun, kekalahan dari Arab Saudi dan Irak memupus asa dan menjadi pelajaran berharga bagi skuad Merah Putih.
Erick Thohir menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas hasil tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan, melainkan momentum untuk melakukan evaluasi besar-besaran demi mewujudkan mimpi besar pada 2030.
“Kami memohon maaf atas hasil yang belum maksimal. Evaluasi akan dilakukan menyeluruh agar mimpi besar kita untuk lolos ke Piala Dunia 2030 bisa terwujud,” ujar Erick Thohir melalui akun Instagram pribadinya, @erickthohir, pada Rabu (5/11/2025).
Transformasi Menuju Peringkat 100 Dunia
Selain menargetkan partisipasi di Piala Dunia, PSSI juga menitikberatkan pada perbaikan peringkat FIFA. Berdasarkan data terakhir yang dirilis FIFA pada 17 Oktober 2025, Indonesia menempati posisi ke-122 dunia, turun tiga peringkat dibandingkan edisi sebelumnya.
Penurunan ini, menurut Erick, menjadi refleksi bahwa sepak bola Indonesia masih perlu pembenahan sistemik. Target masuk 100 besar dunia bukan sekadar prestise, melainkan bukti konkret peningkatan kualitas dan konsistensi permainan.
“Kami akan menyusun strategi baru untuk memastikan transformasi sepak bola berjalan terukur dan berkelanjutan. Ini bukan sekadar ambisi pribadi, tetapi cita-cita seluruh bangsa,” tegasnya.
Langkah Strategis dan Evaluasi Menyeluruh
Erick Thohir menegaskan bahwa PSSI telah menyiapkan sejumlah langkah pembenahan yang terstruktur. Ia menyebut setidaknya ada tiga pilar utama yang menjadi fokus:
- Penguatan infrastruktur sepak bola nasional, mulai dari lapangan latihan, akademi usia muda, hingga pusat pelatihan terpadu.
- Reformasi sistem kompetisi agar lebih kompetitif, profesional, dan mampu mencetak pemain berkualitas tinggi.
- Peningkatan kualitas pelatih dan pemain melalui kerja sama dengan federasi dan klub luar negeri.
Program pembinaan usia dini akan menjadi prioritas utama dalam menciptakan fondasi kokoh bagi regenerasi pemain. PSSI juga telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat untuk transfer ilmu dan peningkatan kapasitas pelatih lokal.
“Kami tidak ingin hasil instan. Kami ingin membangun pondasi yang kuat, agar Indonesia tidak hanya lolos, tetapi juga mampu bersaing di Piala Dunia,” ujar Erick.
Fokus ke Piala Asia 2027: Ajang Pembuktian
Sebelum menatap Piala Dunia 2030, PSSI menjadikan Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi sebagai batu loncatan penting. Pada edisi 2023, Timnas Indonesia mencatat sejarah dengan berhasil melangkah ke babak 16 besar, sebuah pencapaian yang menandai kebangkitan sepak bola nasional.
Erick menegaskan bahwa performa di Piala Asia 2027 akan menjadi tolak ukur kesiapan Garuda menghadapi kualifikasi Piala Dunia berikutnya.
“Kami ingin prestasi di Piala Asia 2027 menjadi bukti nyata progres tim. Itu bagian dari roadmap menuju Piala Dunia 2030,” katanya.
Dukungan Pemerintah dan Masyarakat
PSSI tidak berjalan sendiri dalam perjalanan ambisius ini. Erick Thohir memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus memberikan dukungan nyata untuk kemajuan sepak bola Indonesia.
“Terima kasih untuk dukungan luar biasa dari para suporter, fans, masyarakat, broadcaster, dan pemerintah,” ujarnya.
“Terima kasih juga kepada Presiden Prabowo Subianto yang selalu memberikan kepercayaan dan dukungan penuh bagi kami untuk terus membangun sepak bola Indonesia.”
Sinergi antara federasi, pemerintah, dan masyarakat diyakini menjadi modal utama untuk mewujudkan mimpi besar bangsa ini. Melalui kolaborasi tersebut, PSSI berharap seluruh elemen dapat bersatu demi membawa Merah Putih berjaya di pentas internasional.
Evaluasi Kegagalan dan Pembenahan Struktural
Kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi bahan introspeksi mendalam bagi federasi. Erick menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis maupun non-teknis, termasuk manajemen tim, strategi permainan, hingga dukungan logistik.
Selain itu, PSSI juga akan memperbaiki sistem seleksi pemain agar lebih objektif dan berbasis performa. Ke depan, penggunaan teknologi analitik dan data performa akan dioptimalkan untuk membantu tim pelatih dalam mengambil keputusan strategis.
PSSI juga berkomitmen untuk memperkuat kompetisi domestik seperti Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, serta memperluas jangkauan Elite Pro Academy agar dapat menjaring lebih banyak talenta muda dari berbagai daerah.
Visi Jangka Panjang: Indonesia Emas 2030
Target lolos ke Piala Dunia 2030 sejatinya menjadi bagian dari visi besar “Indonesia Emas 2030”, yang mencakup kemajuan olahraga, pendidikan, dan pembangunan manusia. Sepak bola menjadi salah satu simbol kebanggaan nasional yang dapat menyatukan masyarakat lintas usia dan wilayah.
Erick Thohir menginginkan agar sepak bola Indonesia bukan hanya mengejar prestasi sesaat, melainkan membangun ekosistem profesional yang mandiri dan berdaya saing global.
“Piala Dunia 2030 bukan sekadar mimpi, tetapi komitmen jangka panjang. Kami akan bekerja keras agar Indonesia bisa berdiri sejajar dengan negara-negara besar di dunia sepak bola,” ujarnya.
Penutup
Langkah Erick Thohir dan PSSI dalam mempersiapkan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030 menjadi bukti nyata transformasi sepak bola nasional. Dengan target peringkat 100 dunia, performa maksimal di Piala Asia 2027, serta pembinaan berkelanjutan di level akar rumput, Indonesia kini berada pada jalur yang jelas menuju panggung tertinggi sepak bola dunia.
Dukungan penuh dari pemerintah, masyarakat, dan seluruh pecinta sepak bola di Tanah Air diharapkan menjadi energi utama bagi Garuda untuk terbang lebih tinggi. Dengan strategi matang dan kerja keras tanpa henti, mimpi besar itu bukan mustahil untuk diwujudkan.
