Obrolanbola.org, Jakarta – Xabi Alonso kembali menegaskan sikapnya di tengah sorotan publik terhadap performa Real Madrid sepanjang musim. Pelatih asal Spanyol itu menilai kekuatan utama Los Blancos tidak ditentukan oleh opini luar, melainkan oleh kesatuan internal klub yang terjaga dari level manajemen hingga ruang ganti. Menurutnya, stabilitas kerja, kepercayaan, dan komitmen kolektif menjadi fondasi yang membuat tim tetap fokus pada target utama.
Pernyataan ini menguat setelah Madrid sempat melewati fase sulit yang memicu kritik. Namun, Alonso menolak menjadikan tekanan eksternal sebagai tolok ukur keberhasilan. Ia menekankan bahwa klub sebesar Real Madrid selalu hidup dengan tuntutan tinggi, sehingga yang paling penting adalah menjaga arah proyek tetap konsisten, bukan merespons setiap penilaian instan.
Stabilitas Internal Jadi Pilar Utama Proyek Alonso
Sejak awal menukangi Madrid, Alonso menempatkan hubungan profesional yang sehat sebagai prioritas. Ia menyebut komunikasi yang rapat antara pelatih, pemain, dan jajaran manajemen sebagai modal paling krusial untuk menghadapi tekanan khas klub besar. Alonso menegaskan bahwa sejak percakapan pertama, telah terbentuk relasi yang dekat, dengan rasa saling percaya dan hormat sebagai pondasi.
“Tidak, sejak awal, dari percakapan pertama kami, kami memiliki hubungan yang baik dan dekat,” kata Xabi Alonso.
Alonso menilai tuntutan untuk selalu menang adalah identitas Real Madrid. Namun, ia menegaskan bahwa ambisi itu harus diiringi cara kerja yang benar, disiplin proses, dan keteguhan untuk tidak terganggu isu-isu yang berpotensi mengalihkan fokus tim.
Respons Madrid Usai Tekanan Awal Musim
Alonso sempat berada dalam sorotan setelah Real Madrid menelan kekalahan dari Celta Vigo serta kalah dalam laga berat melawan Manchester City. Dua hasil tersebut memicu perdebatan mengenai konsistensi permainan dan efektivitas pendekatan taktik. Namun, Madrid kemudian merespons dengan cara yang dinilai Alonso sebagai tanda karakter tim: bangkit dan kembali meraih hasil positif.
- Baca juga : Scott McTominay Bantah Anggapan Pemain Manchester United Lebih Bersinar Setelah Hengkang
Kemenangan atas Alavés di liga serta keberhasilan menaklukkan Talavera de la Reina di ajang Copa del Rey menjadi titik balik yang menenangkan situasi. Alonso menilai respons pemain di lapangan lebih bermakna dibandingkan hiruk-pikuk opini luar, karena mencerminkan tingkat komitmen dan profesionalisme yang sejalan dengan standar klub.
Fokus Penuh Menjelang Laga Penutup Tahun
Real Madrid dijadwalkan menjamu Sevilla di Santiago Bernabéu pada laga terakhir tahun 2025 sebelum jeda Natal. Bagi Alonso, pertandingan ini penting bukan hanya karena perolehan poin, tetapi juga sebagai momentum untuk menutup tahun dengan energi positif dan menjaga tekanan terhadap pesaing di papan atas klasemen.
Ia menekankan bahwa fokus tim sepenuhnya diarahkan pada persiapan teknis dan mental. Alonso ingin memastikan seluruh skuad memprioritaskan target kompetisi dan proses kerja harian, bukan isu eksternal yang dapat mengganggu konsentrasi menjelang pertandingan.
Ketertinggalan dari Barcelona Tak Goyahkan Keyakinan
Meski sempat tertinggal dari Barcelona di puncak klasemen La Liga, Alonso memandang situasi tersebut secara proporsional. Ia mengingatkan bahwa musim tidak ditentukan oleh satu fase, melainkan oleh konsistensi jangka panjang. Alonso percaya bahwa kesatuan klub—dari presiden hingga pemain—lebih menentukan dibandingkan reaksi emosional terhadap posisi klasemen sementara.
“Di Real Madrid kami tahu selalu menargetkan segalanya. Kami tahu tujuan akhir,” ujar Alonso.
Ia menegaskan bahwa cara Madrid menjalankan ambisi itu adalah hal yang fundamental. Kesatuan visi dan komitmen internal, menurutnya, membuat posisi tim tetap kuat meski ada tekanan atau kritik dari luar.
“Cara kami ingin melakukannya fundamental. Kami semua bersatu, dari presiden hingga pemain, untuk tampil sebaik mungkin. Itu tidak bisa dipertanyakan,” tambahnya.
Tantangan Cedera dan Manajemen Skuad
Selain dinamika hasil pertandingan, Madrid juga menghadapi krisis cedera, terutama di lini pertahanan. Situasi tersebut memaksa Alonso melakukan rotasi dan penyesuaian dalam beberapa pekan terakhir. Kabar baik datang setelah sejumlah pemain mulai kembali berlatih, termasuk Eduardo Camavinga, David Alaba, dan Ferland Mendy.
Alonso menegaskan keputusan akhir terkait siapa yang akan dimainkan akan ditentukan setelah evaluasi terakhir. Ia tidak ingin mengambil risiko yang bisa memperburuk kondisi pemain, mengingat jadwal padat dan kebutuhan menjaga konsistensi performa hingga akhir musim.
“Para pemain telah berlatih hari ini, dan beberapa akan berlatih besok pagi,” kata Alonso.
“Kami akan melakukan penilaian terakhir kemudian,” tambahnya.
Alonso Yakin Vinicius Junior Akan Kembali Tajam
Sorotan lain tertuju pada Vinicius Junior yang belum mencetak gol dalam 13 pertandingan. Namun, Alonso menegaskan ia tidak khawatir. Ia menilai performa Vinicius tidak dapat diukur semata dari jumlah gol, karena kontribusinya dalam membuka ruang, membawa bola, dan menciptakan ancaman tetap penting dalam skema permainan Madrid.
Menurut Alonso, tim pelatih terus berdiskusi dan bekerja bersama Vinicius untuk membantunya menemukan kembali ritme terbaik. Ia percaya gol adalah soal momen, dan keyakinan kolektif tim akan membantu sang pemain kembali tajam di depan gawang.
“Kami berbicara dengan Vini, kami bekerja dengannya,” ujar Alonso.
“Ini soal pertandingan, momen. Dia sudah dekat, saya tidak ragu itu akan datang, semoga secepatnya, besok,” tambahnya.
Kesatuan sebagai Jawaban Real Madrid
Melalui serangkaian pernyataannya, Alonso menegaskan bahwa Real Madrid memilih menjawab keraguan dengan kerja kolektif dan performa di lapangan, bukan dengan mencari pembenaran dari luar. Ia menilai kesatuan internal—kepercayaan, rasa hormat, dan komitmen—adalah sumber kekuatan sejati yang menjaga klub tetap berada pada jalurnya.
Dengan jadwal krusial menanti dan persaingan gelar yang masih terbuka, Alonso menatap sisa musim dengan optimisme yang terukur. Ia menegaskan perjalanan masih panjang, dan konsistensi akan menjadi kunci bagi Madrid untuk mencapai tujuan akhir di semua kompetisi.
